Selamat datang,, terimakasih ;)
Aku seorang anak muda, yang baru saja kemarin tamat dan dinyatakan lulus SMA (Sekolah Menengah Atas). Aku di lahirkan di tengah-tengah keluarga yang tingkat ekeonominya pas-pasan.
Sejak aku sekolah dari tingkat bangku Sekolah Dasar (SD) Sampai dengan tingkat SMA, aku bersama-sama dengan orangtua.
Kebutuhan yang aku perlukan selama 6 Tahun di bangku SD dan 3 Tahun di tingkat SMP, orangtua ku mengharuskan nembanting tulang untuk mengusahakanya, kebutuhan saya di sekolah mereka menomor satukan.
Sedangkan kebutuhan mereka sendiri untuk makanan, kesehatan, obat-obatan mereka menomorduakan. Belum lagi uang pembaayaaran tagihan-tagiahan hutang kami.
Setelah tamat tingkat SMP dan di nyatakan Aku lulus, Sungguh pahit dan mengerian aku rasakan penderitaan orangtuaku.
Hati ku berniat untuk meringankan beban orangtuaku dengan memberi tenaga dan waktu sepenuhnya bersama mereka untuk bekerja.
Namun, mereka menolak. Mereka mengharuskan aku untuk meneruskan ke tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Nak, tidak selamanya orangtua ada di samping kamu. Maka dengan itu selagi kami ada dan bersama-sama dengan kamu, janganlah sia-siakan. Kami tidak ingin melihat dan kamu menginjak jejak kami yang berkeadaan pas-pasan. Kami selalu berusaha dan memperhatikan masa depan kamu", kata mama aku.
Aku pun mengiyakan, walaupun perasaan ku bercampur aduk.
Tiga tahun sudah berlalu hingga hari ini, aku sudah menjalani bangku SMA Selama 3 tahun dan aku dinyatakn lulus. aku juga sudah menginjakan kaki di usia 19 tahun.
Karena saya lihat, orangtua ku tidak sanggup lagi untuk aku lanjutkan studi di bangku perguruan tinggi, akhirnya aku mengamil keputusan untuk melangkahkan kaki, meninggalkan semua orang-orang yang aku sayangi dan yang menyayangiku, terutama orangtuaku. Aku mengadu nasib di tanah orang. Aku merantau.
Di perantauan Berjuta rasa pahit aku rasakan, tiada hari tanpa sedih.
Banyak orang yang di rindukan, ingin berjumpa dengan orangtua, adik-kakak dan semua orang yang aku sayangi kini telah jauh.
Setiap saat aku hanya mengingat wajah AyaH dan Ibu dan juga adik-kakak aku dan hanya meneteskan air mata.
Aku merasa Sungguh pahitnya dunia ini.
Harapan ku semoga hal ini tidak akan berlangsung seumur hidupku. Dan orang -orang yang aku sayangi dan yang menyayangi ku tetap dalam lindunga Tuhan dan kondisi tubuh tetap sehat.
Sampai jumpa lagi......
Syallom, Ya'ahowu...!!
