Selasa, 18 November 2014

Ingin memeluk Bintang, apa daya.

Selamat datang,, terimakasih ;)

Aku seorang anak muda, yang baru saja kemarin tamat dan dinyatakan lulus SMA (Sekolah Menengah Atas). Aku di lahirkan di tengah-tengah keluarga yang tingkat ekeonominya pas-pasan.

Sejak aku sekolah dari tingkat bangku Sekolah Dasar (SD) Sampai dengan tingkat SMA, aku bersama-sama dengan orangtua.
Kebutuhan yang aku perlukan selama 6 Tahun di bangku SD dan 3 Tahun di tingkat SMP, orangtua ku mengharuskan nembanting tulang untuk mengusahakanya, kebutuhan saya di sekolah mereka menomor satukan.
Sedangkan kebutuhan mereka sendiri untuk makanan, kesehatan, obat-obatan mereka menomorduakan. Belum lagi uang pembaayaaran tagihan-tagiahan hutang kami.

Setelah tamat tingkat SMP dan di nyatakan Aku lulus, Sungguh pahit dan mengerian aku rasakan penderitaan orangtuaku.
Hati ku berniat untuk meringankan beban orangtuaku dengan memberi tenaga dan waktu sepenuhnya bersama mereka untuk bekerja.
Namun, mereka menolak. Mereka mengharuskan aku untuk meneruskan ke tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Nak, tidak selamanya orangtua ada di samping kamu. Maka dengan itu selagi kami ada dan bersama-sama dengan kamu, janganlah sia-siakan. Kami tidak ingin melihat dan kamu menginjak jejak kami yang berkeadaan pas-pasan. Kami selalu berusaha dan memperhatikan masa depan kamu", kata mama aku.

Aku pun mengiyakan, walaupun perasaan ku bercampur aduk.
Tiga tahun sudah berlalu hingga hari ini, aku sudah menjalani bangku SMA Selama 3 tahun dan aku dinyatakn lulus.  aku juga sudah menginjakan kaki di usia 19 tahun.

Karena saya lihat, orangtua ku tidak sanggup lagi untuk aku lanjutkan studi di bangku perguruan tinggi, akhirnya aku mengamil keputusan untuk melangkahkan kaki, meninggalkan semua orang-orang yang aku sayangi dan yang menyayangiku, terutama orangtuaku. Aku  mengadu nasib di tanah orang. Aku merantau.
Di perantauan Berjuta rasa pahit aku rasakan, tiada hari tanpa sedih.

Banyak orang yang di rindukan, ingin berjumpa dengan orangtua, adik-kakak dan semua orang yang aku sayangi kini telah jauh.
Setiap saat aku hanya mengingat wajah AyaH dan Ibu  dan juga adik-kakak aku dan hanya meneteskan air mata.

Aku merasa Sungguh pahitnya dunia ini.
Harapan ku semoga hal ini tidak akan berlangsung seumur hidupku. Dan orang -orang yang aku sayangi dan yang menyayangi ku tetap dalam lindunga Tuhan dan kondisi tubuh tetap sehat.

Sampai jumpa lagi......
Syallom, Ya'ahowu...!!

Rabu, 12 November 2014

Indahnya petang hari

Sore ini sehabis pekerjaan saya selesai, aku mencoba naik ke lantai paling atas, kira-kira ketinggian 30 meteran sambil membawa secangkir kopi.

aku menikmati hari petang yang sangat indah sekali, seakan matahari mau pamitan kepada saya, pergi menyinari belahan bumi lainya.
Dan aku juga melihat jalan raya yang ramai sekali dg riuhnya suara kendaraan  yang lalu lalang.
Aku senang sekali karena Tuhan telaH memberi saya hiburan sore ini, walaupun hanya sederhana sekali tapi sedikit membuat hati jadi senang.

Aku menarik nafas dalam-dalam sambil tersenyum, hatiku berbisik...
Tuhan sungguh mulianyalah karyaMu, kuasaMu dan kasihMu dalam hidup saya. Sehingga sore ini Engkau telh menghiburku dan hari ini Engkau telah menyertai langkahku.

Teman-teman, walupun selama ini ada begitu banyak hal yg mmembuat kita sedih tapi belum menemukan sebuah kebahagiaan cobalah perhatikan dunia sskelilinng, rnungkanlah.
Seperi cexrita saya di atas, itu hal yg sangat sedrhana dan kecil sekali, namun ketika kita menikmatinya, maka membawa suasana yg indah dan hati pun berbisik, memanjatkan syukur bagi Nya.

Semoga keringat anda hari ini, akan membuahkan hasil yg sangat bermanfaat di hari esok.

Salam sukses.
Fiktor Laia. 

Selasa, 11 November 2014

BERAT SEGELAS AIR

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Dosen mengangkat segelas air dan bertanya kepada siswanya :

"Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini ?"
Para siswa nenjawab "mulai dari 200 gr sampai 500 gram".

"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tepi yegantung berapa lama anda memegangnya", kata Dosen.
Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan saya terasa sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggil ambulan untuk saya.
Beratnya sebenarnya sama, tapli semakin lama saya memegangnya, maka beban akaN semakin berat.
"Jika kita membawa beban terus menerus, lambat laun kita tidak ajlkan mampu membawanya lagi. Beban itu, akan meningkat beratnya," lanjut Dosen.

Sahabat - sahabat semuanya, demikian juga dalam khidupan kita pada saat kita mengahadapi masalah/pergumulan/beban yang berat. Jika kita menanggungnya sendiri maka kita kelelahan sendiri.
Sekecil apapun masalah kita, jika kita membiarkanya, tidak mencari solusi untuk menyelesaikanya maka lamakelamaan, masalah tersebut semakin rumit untuk di hadapi.

Salam sukses.
Fiktor laia.

Kamis, 06 November 2014

BERSYUKURLAH DAN JANGAN MENGELUH




Hari ini sebelum Anda mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

Sebelum Anda mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum Anda mengeluh bahwa Anda buruk, Pikirkan tentang seseorang
yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum Anda mengeluh tentang suami atau istri anda. Pikirkan tentang
seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum Anda mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum Anda mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang
yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum Anda mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu
tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal
dijalanan.

Sebelum Anda mengeluh tentang jauhnya Anda telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan disaat Anda lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka
mempunyai pekerjaan seperti Anda.

Sebelum Anda menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika Anda sedang bersedih dan hidup Anda dalam kesusahan,
Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa Anda masih hidup !


Buat para kawaN-kwan semua, saya ucapkan selamat berjuang dan semoga sukses.


Ya'ahowu...!!